Berita Resmi Statistik

Pada bulan April 2013 di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 0,29 persen dan di Kota Lhokseumawe terjadi inflasi sebesar 0,09 persen sehingga secara agregat di Provinsi Aceh terjadi inflasi sebesar 0,19 persen.

Inflasi yang terjadi di Kota Banda Aceh secara umum disebabkan oleh kenaikan harga pada Kelompok Bahan makanan dengan inflasi sebesar 1,51 persen diikuti oleh, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar inflasi sebesar 0,09 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga inflasi sebesar 0,08 persen, Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan dengan inflasi sebesar 0,03 persen. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau inflasi sebesar 0,02 persen. Sedangkan Kelompok Sandang mengalami deflasi sebesar 1,68 persen dan Kelompok Kesehatan deflasi sebesar 0,06 persen.

Laju inflasi tahun kalender 2013 sampai dengan bulan April 2013 untuk Kota Banda Aceh adalah sebesar 1,69 persen, Kota Lhokseumawe 4,12 persen dan Aceh 2,87 persen. Sedangkan Inflasi “year on year” (April 2013 terhadap April 2012) untuk Kota Banda Aceh adalah sebesar 1,72 persen, Kota Lhokseumawe 3,08 persen dan Aceh 2,39 persen.

Nilai ekspor Provinsi Aceh pada bulan Februari tahun 2013 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan Januari 2013. Pada bulan Februari 2013, nilai ekspor Provinsi Aceh sebesar  51.438.317 USD, jumlah ini mengalami penurunan sebesar 48,94 persen dibandingkan bulan Januari 2013 sebesar 100.752.683 USD. Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Februari 2012 menunjukkan penurunan sebesar 55,70 persen, dimana nilai ekspornya sebesar 116.118.966 USD

Pada bulan Februari 2013 tidak ada komoditi yang diimpor ke Provinsi Aceh.

Pada bulan Maret 2013 jumlah penumpang yang tercatat di bandar udara Sultan Iskandar Muda mencapai 55.604 orang, atau mengalami peningkatan sebesar 3,50 persen jika dibandingkan dengan bulan Februari 2013, namun mengalami penurunan sebesar 0,89 persen dibandingkan bulan Maret 2012.

Penumpang internasional yang berangkat dari Provinsi Aceh melalui bandar udara Sultan Iskandar Muda pada bulan Maret 2013 sebanyak 2.919 orang, sama jumlahnya dibandingkan bulan Februari 2013, namun mengalami penurunan sebesar 11,22 persen dibanding bulan Maret 2012. Penumpang internasional yang datang pada bulan Maret 2013 sebanyak 3.424 orang, mengalami peningkatan sebesar 12,70 persen jika dibandingkan bulan Februari 2013, namun terjadi penurunan terhadap bulan Maret 2012 yaitu sebesar 6,66 persen.

Jumlah penumpang angkutan laut terbanyak pada bulan Maret 2013 terdapat pada pelabuhan Ulee Lheue yaitu tercatat sebanyak 34.155 penumpang, mengalami peningkatan sebesar 11,32 persen terhadap bulan Februari 2013 namun mengalami penurunan terhadap bulan Maret 2012 sebesar 0,58 persen.

Kegiatan bongkar dan muat barang dalam negeri di pelabuhan Ulee Lheue, Malahayati dan Lhoknga masing-masing mencapai 42.188 ton dan 135.412 ton. Sedangkan kegiatan bongkar barang dalam negeri di pelabuhan Krueng Geukeuh mencapai 43.612 ton dan muat barang sebesar 19.826 ton. Untuk pelayaran luar negeri, kegiatan bongkar dan muat barang di pelabuhan Ulee Lheue, Malahayati dan Lhoknga masing-masing sebesar 15.000 ton dan 119.046 ton, sedangkan di pelabuhan Krueng Geukeuh tidak ada kegiatan bongkar barang namun muat barang mencapai 325.000 ton.

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi Aceh pada bulan Maret 2013 sebanyak 1.189 orang atau mengalami peningkatan sebesar 7,50 persen dibandingkan dengan bulan Februari 2013. Secara kumulatif pencapaian jumlah wisman Januari – Maret 2013 menurun sebesar 22,18 persen terhadap periode yang sama tahun 2012.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Aceh pada bulan Maret 2013 sebesar 41,73 persen atau mengalami peningkatan sebesar 5,47 poin dibandingkan bulan Februari 2013.Sedangkan TPK Akomodasi Lainnya pada bulan Maret 2013 sebesar 28,73 persen dan mengalami peningkatan sebesar 0,12 poin terhadap bulan Februari 2013 namun mengalami penurunan sebesar 0,71 poin terhadap bulan Maret 2012.

Konsumen di Provinsi Aceh menyatakan optimis terhadap kondisi ekonomi pada triwulan I-2013 meski melemah dibanding triwulan IV-2012. Ditunjukkan dengan nilai ITK Kini sebesar 104,77, melambat dari 106,62 pada triwulan IV-2012.

Melemahnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi pada triwulan I-2013 didorong oleh menurunnya pendapatan rumah tangga kini (indeks 105,48). Konsumen di Aceh juga menyatakan adanya peningkatan pengaruh tingkat inflasi terhadap tingkat konsumsi (indeks 105,95) sehingga menyebabkan turunnya tingkat konsumsi rumah tangga terhadap komoditi bahan makanan, makanan jadi dan non  makanan (indeks 101,55).

Konsumen di Provinsi Aceh menatap kondisi ekonomi pada triwulan II-2013 semakin optimis, ditunjukkan oleh nilai Perkiraan ITK sebesar 106,62.

Ekspetasi kondisi ekonomi konsumen yang semakin optimis pada triwulan II-2013 di Aceh didorong oleh perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang yang meningkat (indeks 108,23) dan rencana pembelian barang-barang tahan lama, rekreasi dan pesta yang meningkat (indeks 103,72).

Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi pada triwulan I-2013 yang melemah dibanding triwulan IV-2012 terjadi di tingkat nasional dan provinsi se-Pulau Sumatera, terkecuali Provinsi Lampung dan Sumatera Barat.

Ekspetasi terhadap kondisi ekonomi pada triwulan II-2013 menunjukkan optimisme yang meningkat di tingkat nasional termasuk provinsi se-Pulau Sumatera.

Produksi Industri Manufaktur Besar Sedang (IBS) di Provinsi Aceh pada Triwulan I Tahun 2013 memperlihatkan kenaikan sebesar 2,78 persen dibandingkan produksi Triwulan I tahun 2012 (q to q).

Dibandingkan tahun 2012 (y on y), produksi  Industri Manufaktur  Besar dan Sedang pada Triwulan I tahun 2013 juga mengalami pertumbuhan produksi yang cukup tinggi yaitu sebesar 6,65 persen.

Penurunan produksi terjadi pada Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) Triwulan I yaitu sebesar -4,14 persen dibandingkan produksi IMK pada Triwulan I tahun 2012 (q to q).

Penurunan produksi IMK Triwulan I di Aceh tersebut cukup tinggi, jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi IMK secara nasional, dimana pertumbuhan nasional sebesar 1,74 persen.

Persentase penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Aceh pada bulan September 2012 sebesar 18,58 persen. Angka ini menurun dibandingkan dengan Maret 2012 yaitu sebesar 19,46 persen.

Selama periode Maret 2012-September 2012, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan menurun 0,60 persen (dari 13,07 persen menjadi 12,47 persen), sementara di daerah perdesaan menurun 1,00 persen (dari 21,97 persen menjadi 20,97 persen).

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada September 2012 sebesar 76,11 persen sedangkan pada Maret 2012 sebesar 76,12 persen.

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, ikan tongkol/tuna/cakalang, gula pasir, telur ayam ras, dan cabe merah. Untuk komoditi bukan makanan yang berpengaruh terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah biaya pakaian jadi, perumahan, bensin, pendidikan dan listrik.

Pada periode Maret 2012-September 2012, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) cenderung menurun. Hal ini mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.

Jumlah angkatan kerja di Provinsi Aceh pada Februari 2013 mencapai 2,122 juta orang, sekitar 144 ribu orang dibanding jumlah angkatan kerja pada Agustus 2012 1,978 juta orang, atau bertambah sekitar 34 ribu orang dibanding Februari 2012
sebesar 2,088 juta orang.


Jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi Aceh pada Februari 2013 mencapai 1,944 juta orang, bertambah sekitar 145 ribu orang jika dibandingkan dengan keadaan pada Agutus sebesar 1,799 juta orang, atau bertambah sekitar 21 ribu orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2012 sebesar 1,923 juta orang.


Jumlah penganggur pada Febuari 2013 mengalami penurunan sekitar 1000 orang dibandingkan dengan keadaan Agustus 2012 yaitu dari 179 ribu orang, jumlah tersebut lebih besar sekitar 13 ribu orang dibandingkan keadaan Februari
2012 yang mencapai sebesar 165 ribu orang.


Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Aceh pada Februari 2013 mencapai 8,38 persen, lebih rendah0,72 persen dari TPT bulan Agustus 2012 yang mencapai sebesar 9,10 persen, dan masih lebih tinggi 0,50 persen dibandingkan TPT bulan
Februari 2012 yang mencapai sebesar 7,88 persen.


Jumlah Penduduk yang bekerja di sektor pertanian keadaan Februari 2013 mengalami peningkatan sebanyak 22 ribu orang dibandingkan keadaan Februarai 2012, jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2012 meningkat sebanyak 145 ribu orang.


Fluktuatif jumlah penduduk bekerja dan TPT pada keadaan Februari tahun 2013 dibandingkan keadaan Februari dan Agustus tahun 2012, sangat dipengaruhi musim, di mana pada bulan Februari aktivitas sektor pertanian jauh lebih besar dibandingkan pada bulan Agustus di setiap tahunnya.

Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi April 2013 sebesar 102,94 atau turun 0,10 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya 4 subsektor, berturut-turut adalah subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 1,19 persen, subsektor Tanaman Pangan turun sebesar 0,44 persen, subsektor Perikanan turun sebesar 0,10 persen, dan subsektor Peternakan turun sebesar 0,09 persen, sedangkan satu subsektor yang mengalami peningkatan NTP terjadi pada subsektor Hortikultura sebesar 1,21 persen.

Dari 32 Provinsi yang dilaporkan, perubahan NTP April 2013 terhadap bulan sebelumya, hanya terdapat 11 Provinsi yang mengalami peningkatan, sedangkan 21 provinsi mengalami penurunan. Provinsi yang mengalami peningkatan tertinggi berturut-turut adalah Gorontalo sebesar 0,90 persen, diikuti Papua sebesar 0,86 persen, dan Sulawesi Barat sebesar 0,63 persen. Peningkatan sebesar 0,90 persen di Gorontalo disebabkan peningkatan It sebesar 0,50 persen sedangkan Ib mengalami penurunan 0,39 persen.  Penurunan NTP tertinggi pada bulan April 2013 terjadi di Provinsi Jambi sebesar 0,84 persen, diikuti Maluku Utara sebesar 0,72 persen, serta Maluku sebesar 0,70 persen.  Penurunan sebesar 0,84 persen di Jambi disebabkan It turun sebesar 0,27 persen, sedangkan Ib naik sebesar 0,57 persen.

Di Provinsi Aceh pada bulan April 2013 terjadi inflasi di pedesaan sebesar 0,17 persen.  Disebabkan oleh naiknya harga-harga barang dan jasa pada subkelompok Bahan Makanan sebesar 0,32 persen; Perumahan sebesar 0,21 persen; Kesehatan sebesar 0,03 persen; serta Transportasi & Komunikasi sebesar 0,01 persen.  Sedangkan subkelompok yang mengalami penurunan berturut-turut adalah Sandang turun sebesar 0,17 persen; Makanan Jadi turun sebesar 0,03 persen; serta Pendidikan, Rekreasi & Olah raga turun sebesar 0,01 persen.

Dari 10 Provinsi di Sumatera yang dilaporkan pada bulan April 2013, terdapat 4 provinsi yang mengalami Inflasi di daerah pedesaan sedangkan 7 provinsi mengalami deflasi di daerah pedesaan. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Jambi sebesar 0,67 persen sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0,19 persen.

Selama April 2013, rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah di tingkat petani dan penggilingan mengalami penurunan dibandingkan bulan lalu.  Di tingkat petani, terjadi penurunan harga gabah kualitas GKP sebesar 6,23 persen, kualitas GKG sebesar 7,26 persen, dan Kualitas Rendah sebesar 1,99 persen.  Di tingkat penggilingan, juga terjadi penurunan harga gabah kualitas GKP sebesar 4,93 persen, kualitas GKG sebesar 7,12 persen, dan Kualitas Rendah sebesar 1,71 persen.

Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan I-2013 secara triwulanan (q-to-q) mencapai 0,21 persen dan tanpa migas sebesar 0,36 persen. Secara tahunan (y-on-y), pertumbuhan ekonomi di triwulan ini dengan migas mencapai 4,79 persen dan tanpa migas sebesar 5,70 persen.

Nilai PDRB Aceh ADHB dengan migas meningkat menjadi Rp 25,13 triliun pada triwulan I-2013 dan tanpa migas meningkat menjadi Rp 21,31 triliun. Berdasarkan harga konstan 2000, PDRB ADHK triwulan I-2013 dengan migas tercatat sebesar Rp 9,38 triliun dan tanpa migas menjadi Rp 8,38 triliun.

Struktur PDRB Aceh baik dengan migas maupun tanpa migas menunjukkan bahwa dua sektor yang merupakan leading sector bagi perekonomian Aceh pada triwulan I-2013 masih berada pada sektor pertanian (26,99 persen) dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (17,25 persen) dari sisi lapangan usaha. Sedangkan dari sisi penggunaan kontribusi yang terbesar adalah komponen konsumsi rumah tangga (40,03 persen) dan konsumsi pemerintah (23,30 persen).

Laju pertumbuhan q-to-q pada triwulan I 2013 dari sisi lapangan usaha yang tumbuh tinggi pada sektor pertanian (2,53 persen) dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (0,98 persen). Sedangkan dari sisi penggunaan laju pertumbuhan yang paling tinggi adalah ekspor barang dan jasa (2,39 persen) dan konsumsi rumahtangga (0,98 persen).

Sampai dengan Subround II (Januari-Agustus) tahun 2012, telah terealisasi luas panen padi sebesar 287,6 ribu Ha, dengan perkiraan jumlah produksi sebanyak 1,34 juta ton GKG. Produksi padi pada periode Januari-Agustus 2012 tersebut meningkat sebesar 7,76 persen dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun 2011.

Dari Angka Sementara 2012 ini diperkirakan akan terealisasi luas panen sebesar 387,8 ribu Ha, dengan perkiraan produksi padi sebesar 1,789 juta ton GKG, yang berarti terjadi peningkatan sebesar 0,89 persen dibandingkan produksi tahun 2011.

Dari Angka Sementara 2012, komoditas jagung, kedelai, kacang tanah dan ubi jalar diperkirakan akan mengalami kenaikan luas panen masing-masing sebesar 4,35 persen, 0,65 persen, 13,64 persen  dan 11,17  persen. Sedangkan kacang hijau dan ubi kayu diperkirakan akan mengalami penurunan luas panen.

CABAI BESAR
Produksi cabai besar segar dengan tangkai tahun 2011 sebesar 300.179 kuintal dengan luas panen cabai besar tahun 2011 sebesar 5.419 hektar, dan rata-rata produktivitas 55,39 kuintal per hektar. Dibandingkan tahun 2010, terjadi penurunan produksi sebesar 53.056  kuintal  (15,02  persen). Penurunan ini disebabkan penurunan produktivitas sebesar 9,88 kuintal per hektar (15,14 persen)
sementara luas panen terjadi kenaikan sebesar 7 hektar (0,13 persen) dibandingkan tahun 2010.


BAWANG MERAH
Produksi umbi bawang merah dengan daun tahun 2011 sebesar 26.004 kuintal, dengan luas panen sebesar  788 hektar, dan rata-rata produktivitas sebesar 33 kuintal per hektar. Dibandingkan tahun 2010, produksi mengalami penurunan sebesar 10.142 kuintal (28,06 persen). Penurunan produksi disebabkan  menurunnya  produktivitas sebesar  21,27  kuintal  per hektar (39,19  persen) dan meningkatnya luas panen seluas 122 hektar (18,32 persen).


MANGGA
Produksi buah segar mangga tahun 2011 sebesar 270.544 kuintal. Dibandingkan dengan tahun 2010, produksi 2011 mengalami kenaikan sebesar 57.741 kuintal (27,13 persen)

Inflasi:April 2013, Banda Aceh Inflasi 0,29 % dan Lhokseumawe inflasi 0,09 %||Unduh||
Ekspor Impor, Transportasi, Pariwisata:Februari 2013, Ekspor naik 48,94 % dan Maret 2013 Wisman naik 7,5 %||Unduh||
Indeks Tendensi Konsumen:Triwulan I 2013, Persepsi Konsumen optimis dengan indeks 104,77||Unduh||
Industri:Triwulan I 2013, Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Naik 2,78%||Unduh||
Kemiskinan:September 2012, Persentase penduduk miskin sebesar 18,58 persen||Unduh||
Ketenagakerjaan:Februari 2013, Jumlah angkatan kerja mencapai 2,12 juta orang||Unduh||
Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen:April 2013, NTP Aceh turun 0,10 persen||Unduh||
Pertumbuhan Ekonomi:Triwulan I 2013, Pertumbuhan ekonomi q-to-q 0,21%(migas) dan 0,36%(tanpa migas)||Unduh||
Produksi Padi Palawija:Asem 2012, Perkiraan Produksi Padi Tahun 2012 sebesar 1,34 juta Ton GKG||Unduh||
Hortikultura:Tahun 2011, Produksi cabai turun 15,02%||Unduh||
Publikasi BPS Provinsi Aceh

  • Lainnya

    Publikasi Lainnya

    Berisi kumpulan ePublication terbitan BPS Aceh.

    selengkapnya →
  • Distribusi

    Publikasi Statistik Distribusi

    Berisi kumpulan ePublication Statistik Distribusi.

    selengkapnya →
  • Produksi

    Publikasi Statistik Produksi

    Berisi kumpulan ePublication Statistik Produksi.

    selengkapnya →
  • Sosial

    Publikasi Statistik Sosial

    Berisi kumpulan ePublication Statistik Sosial.

    selengkapnya →
  • SP

    Publikasi Sensus Penduduk

    Berisi kumpulan ePublication Sensus Penduduk series.

    selengkapnya →
  • PDRB

    Publikasi PDRB

    Berisi kumpulan ePublication Produk Domestik Regional Bruto series.

    selengkapnya →
  • Statda

    Publikasi Statistik Daerah

    Berisi kumpulan ePublication Statistik Daerah series.

    selengkapnya →
  • ADA

    Publikasi Aceh Dalam Angka

    Berisi kumpulan ePublication Aceh Dalam Angka series.

    selengkapnya →