Berita Terkait

BPS-Statistics Indonesia
Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh (Statistics of Aceh Province)
Jl. Tgk. H. M. Daud Beureueh No. 50 Kuta Alam Banda Aceh
Telp: (62-651) 23005
Mailbox : [email protected]
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Copyright © 2023 BPS-Statistics Indonesia
March 2, 2026 | Other Activities
Banda Aceh, (2/3) – Berdasarkan hasil pemantauan BPS di lima kabupaten/kota di Provinsi Aceh yaitu Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe, tercatat bahwa pada bulan Februari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,24 persen (month-to-month/m-to-m).
Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,23 pada Januari 2025 menjadi 106,56 pada Februari 2025. Secara tahunan (year-on-year/y-on-y) terjadi inflasi sebesar 6,94 persen.
Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi baik secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Secara m-to-m, kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,96 persen dengan kontribusi terhadap deflasi sebesar 0,38 persen. Sementara itu, secara y-on-y, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 16,98 persen dengan kontribusi tertinggi terhadap inflasi yaitu sebesar 2,37 persen.
Komoditas utama yang dominan menyumbang deflasi m-to-m antara lain: bawang merah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, dan ikan tongkol. Sementara itu, komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi y-on-y adalah: tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, dan daging ayam ras.
Secara y-on-y, terjadi inflasi di seluruh wilayah perhitungan inflasi. Inflasi tertinggi terdapat di Aceh Tengah sebesar 8,44. Sementara itu, secara m-to-m, Meulaboh dan Kota Banda Aceh mengalami inflasi, sedangkan Kab. Aceh Tengah, Kab. Aceh Tamiang, dan Kota Lhokseumawe mengalami deflasi.
Nilai Tukar Petani Naik
BPS Aceh turut mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 yang mencapai 125,21, atau naik 0,03 persen dibandingkan Januari 2026. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2026 adalah sebesar 154,72. Indeks ini mengalami penurunan sebesar 0,14 persen dibanding bulan sebelumnya. Adapun, komoditas yang menjadi penyumbang utama penurunan It adalah gabah, kakao/coklat biji, dan cabai rawit. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 123,56 atau mengalami penurunan sebesar 0,17 persen dibanding bulan sebelumnya. Komoditas yang menjadi penyumbang penurunan Ib adalah bawang merah, telur ayam ras, dan cabai rawit.
Neraca Perdagangan Surplus
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat bahwa neraca perdagangan luar negeri Aceh mengalami surplus sebesar US$17,86 juta pada periode Januari 2026.
Secara rinci, nilai ekspor Aceh pada Januari 2026 mencapai US$47,58 juta, lebih tinggi dibandingkan nilai impor yang sebesar US$29,73 juta. Nilai ekspor mengalami penurunan sebesar 20,29 persen dibandingkan Desember 2025. Komoditas utama yang diekspor pada Januari 2026 didominasi oleh batubara, dengan nilai mencapai US$40,97 juta, atau berkontribusi sebesar 86,12 persen terhadap total ekspor.
Dari sisi negara tujuan ekspor, India menjadi mitra dagang terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$41,35 juta (86,91 persen), didominasi oleh komoditas batubara dan berbagai produk kimia. Di urutan berikutnya adalah Jepang dengan nilai US$2,34 juta, dengan komoditas utama berupa bahan anyaman nabati dan berbagai produk kimia. Selanjutnya, ekspor ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$1,76 juta, dengan komoditas utama kopi dan rempah-rempah.
Ekspor komoditas asal Aceh yang dilakukan melalui pelabuhan di wilayah Provinsi Aceh tercatat sebesar US$42,87 juta, atau 90,09 persen dari total ekspor. Sisanya, sebesar US$4,71 juta diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, dengan nilai terbesar melalui Provinsi Sumatera Utara sebesar US$4,65 juta.
Sementara itu, total impor Aceh selama Januari 2026 didominasi oleh propana/butana senilai US$24,19 juta. Negara asal impor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai US$24,19 juta, yang berupa gas butana/propana. Selain itu, Tiongkok menyumbang nilai impor sebesar US$2,78 juta berupa pupuk dan Italia menyumbang US$2,76 juta berupa mesin/pesawat mekanik.
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurun
Angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh pada Januari 2026 tercatat mencapai 3.666 kunjungan atau turun 24,19 persen dibandingkan Desember 2025. Angka ini juga turun 5,81 persen dibandingkan Januari 2025. Terdapat dua pintu masuk utama untuk wisatawan mancanegara (Wisman) yang dipantau, yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.
Indikator pariwisata selanjutnya yang dirilis oleh BPS adalah Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, baik hotel berbintang maupun hotel nonbintang. Pada Januari 2026, TPK hotel berbintang di Aceh sebesar 19,31 persen, turun sebesar 8,22 persen poin dibandingkan bulan Desember 2025, dan turun sebesar 4,08 persen poin dibandingkan dengan bulan Januari 2025. Sementara itu, TPK hotel non bintang pada Januari 2026 adalah sebesar 15,14 persen, turun 0,67 persen poin dibandingkan Desember 2025, dan turun 4,25 persen poin dibandingkan Januari 2025.
Jumlah Penumpang Angkutan Udara dan Angkutan Laut Turun
BPS mencatat, pada Januari 2026 jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat melalui bandara Sultan Iskandar Muda mencapai 23.563 orang, turun 9,97 persen dibandingkan Desember 2025 atau naik 10,94 persen dibandingkan Januari 2025. Sementara itu, jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara internasional mencapai 12.388 orang, atau naik 8,64 persen dibandingkan Desember 2025, atau turun 4,23 persen dibandingkan Januari 2025. Selanjutnya, untuk penumpang angkutan laut, secara total di Provinsi Aceh, jumlah penumpang angkutan laut pada bulan Januari 2026 mencapai 57.224 orang. Angka ini turun 12,03 persen dibandingkan bulan Desember 2025, dan turun sebesar 38,54 persen bila dibandingkan penumpang pada bulan Januari 2025.
Narahubung Media
Dina Nirmala Sari
Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh