May 5, 2026 | Other Activities
Banda Aceh, (5/5) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat bahwa perekonomian Aceh pada Triwulan I-2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp66,39 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp39,95 triliun. Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), ekonomi Aceh tumbuh sebesar 4,09 persen dibandingkan Triwulan I-2025, meskipun sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 4,59 persen. Sementara secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Aceh mengalami kontraksi sebesar 0,61 persen yang dipengaruhi pola musiman.
Pertumbuhan ekonomi Aceh didorong oleh meningkatnya aktivitas pada sejumlah sektor. Dari sisi produksi, peningkatan produksi daging ayam, sapi, dan kerbau terjadi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Aktivitas akomodasi dan makan minum kembali meningkat pascapemulihan bencana banjir. Sektor konstruksi juga tumbuh signifikan seiring meningkatnya penjualan semen sekitar 30 persen yang didorong rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pembangunan hunian sementara, hunian tetap, jalan, dan jembatan.
Dari sisi konsumsi, daya beli masyarakat meningkat akibat bertambahnya jumlah ASN serta pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR). Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat 2,70 persen secara tahunan. Dari sisi eksternal, ekspor luar negeri meningkat sejalan dengan naiknya ekspor batu bara, sedangkan impor menurun akibat turunnya impor pupuk dan migas. Program Makan Bergizi Gratis yang mulai berjalan dengan lebih dari 650 SPPG aktif turut memberikan dampak terhadap aktivitas penyediaan makan minum, industri makanan, dan perdagangan.
Struktur ekonomi Aceh masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 31,70 persen terhadap total PDRB Aceh. Sektor perdagangan besar dan eceran menyumbang 15,92 persen, administrasi pemerintahan 8,99 persen, konstruksi 8,72 persen, serta transportasi dan pergudangan 6,53 persen. Dari sisi pertumbuhan, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi tumbuh paling tinggi sebesar 17,96 persen, diikuti konstruksi sebesar 15,95 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,54 persen.
Di tingkat regional Sumatera, Aceh mencatat pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 4,88 persen terhadap perekonomian Pulau Sumatera.
TPT Aceh Naik Menjadi 5,88 Persen
BPS Aceh juga merilis kondisi ketenagakerjaan Februari 2026 berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Jumlah penduduk usia kerja di Aceh mencapai 4,19 juta orang, meningkat dibandingkan Februari 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,66 juta orang merupakan angkatan kerja, sedangkan 1,53 juta orang termasuk bukan angkatan kerja.
Komposisi angkatan kerja terdiri atas 2,5 juta orang bekerja dan 156,23 ribu orang pengangguran. Dibandingkan Februari 2025, jumlah penduduk bekerja turun sebanyak 55,34 ribu orang, sementara jumlah pengangguran meningkat 7,43 ribu orang.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Aceh pada Februari 2026 tercatat sebesar 63,44 persen, menurun dibandingkan Februari 2025. Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki mencapai 81,45 persen, jauh lebih tinggi dibanding perempuan sebesar 45,50 persen.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh tercatat sebesar 5,88 persen. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja terdapat sekitar lima hingga enam orang penganggur. TPT laki-laki sebesar 6,09 persen, lebih tinggi dibanding perempuan sebesar 5,51 persen. TPT di wilayah perkotaan juga masih lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan.
Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Aceh adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 41,39 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran sebesar 13,41 persen, serta pendidikan sebesar 6,97 persen.
Sebagian besar penduduk bekerja berstatus buruh/karyawan/pegawai sebesar 31,44 persen. Berdasarkan status pekerjaan utama, sebanyak 64,15 persen pekerja berada pada sektor informal, sedangkan pekerja formal sebesar 35,85 persen. Penduduk bekerja juga masih didominasi tamatan SMA dengan persentase sebesar 36,70 persen.
Ketimpangan Gender di Aceh Semakin Membaik
Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Aceh tahun 2025 tercatat sebesar 0,459, menurun dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 0,514. Penurunan ini menunjukkan bahwa ketimpangan gender di Aceh semakin mengecil dalam beberapa tahun terakhir.
Perbaikan terlihat pada dimensi kesehatan reproduksi dan pasar tenaga kerja. Proporsi perempuan yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan turun dari 0,199 pada tahun 2020 menjadi 0,098 pada tahun 2025. Selain itu, proporsi perempuan yang melahirkan pertama kali pada usia di bawah 20 tahun juga menurun dari 0,234 menjadi 0,187.
Pada dimensi pasar tenaga kerja, TPAK perempuan meningkat dari 48,94 persen pada tahun 2020 menjadi 50,01 persen pada tahun 2025. Sementara pada dimensi pemberdayaan, persentase perempuan berpendidikan minimal SMA meningkat dari 42,71 persen menjadi 49,76 persen. Meski demikian, keterwakilan perempuan di legislatif masih relatif rendah, yakni sebesar 8,97 persen.
SUPAS 2025: Penduduk Aceh Capai 5,63 Juta Jiwa
Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan jumlah penduduk Aceh mencapai 5,631 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,36 persen per tahun dalam lima tahun terakhir. Struktur penduduk Aceh saat ini didominasi generasi Z sebesar 27,01 persen dan milenial sebesar 24,30 persen.
Rasio ketergantungan penduduk Aceh terus menurun menjadi 47,75. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 48 penduduk usia nonproduktif. Penduduk usia produktif kini mendominasi sebesar 67,68 persen dari total penduduk Aceh.
Dalam aspek mobilitas penduduk, Kota Banda Aceh menjadi daerah dengan mobilitas penduduk tertinggi di Aceh. SUPAS 2025 juga menunjukkan prevalensi disabilitas di Aceh meningkat menjadi 2,36 persen dibandingkan 1,82 persen pada LF SP2020. Jenis disabilitas tertinggi adalah kesulitan berjalan atau naik tangga sebesar 1,06 persen.
Narahubung Media
Dina Nirmala Sari
Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
humas1100@bps.go.id

BPS-Statistics Indonesia
Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh (Statistics of Aceh Province)
Jl. Tgk. H. M. Daud Beureueh No. 50 Kuta Alam Banda Aceh
Telp: (62-651) 23005
Mailbox : [email protected]
Copyright © 2023 BPS-Statistics Indonesia